A.
Sejarah
Timbulnya Konsep Administrasi Pembangunan
Pengamatan yang cermat atas
pertumbuhan dan perkembangan administrasi pembangunan sebagai suatu disiplin
ilmiah yang relatif baru menunjukan bahwa usaha para pakar untuk mengembangkan
teori administrasi pembangunan sesungguhnya telah mulai setelah Perang Dunia II
berakhir yang kemudian berlanjut secara lebih intensif pada dekade enam
puluhan. Setelah berakhir Perang Dunia II, timbul pola baru dalam hubungan
antarbangsa di dunia.
1. Terdapat
negara-negara yang menang pada Perang Dunia tersebut Yaitu negara-negara yang
menang pada Perang Dunia tersebutnegara-negara
sekutu dan dipihak lain ada negara-negara yang kalah.
2. Pola
kedua yang timbul dalam hubungan antar negara ialah bahwa disatu pihak terdapat
negara-negara bekas penjajah dan di pihak lain terdapat negara-negara baru,
yaitu bekas jajahan yang memperoleh kemerdekaannya dengan berbagai cara,
seperti melalui perang kemerdekaan dan atau melalui meja perundingan.
Para Pragmatis akan mengatakan
walaupun negara-negara bekas penjajah bersedia memberikan bantuan kepada negara-negara
bekas jajahannya, sesungguhnya dasarnya bukanlah karena sikap yang altruistik
dan bukan pula karena landasan moralitas, melainkan juga karena kepentingan
nasional. Artinya, negara-negar bekas penjajah masih tetap memanfaatkan
hubungan sejarah dan emosional yang bersifat khusus itu demi kepentingan
sendiri yang dalam segi ekonomi mengambil dua bentuk.
a) Bentuk
pertama adalah menjadikan negara-negara bekas jajahan itu sebagai sumber bahan
mentah atau bahan baku yang diperlukan untuk industri tertentu dalam negerinya
sendiri.
b) Bentuk
kedua adalah menjadikan negara bekas jajahan itu sebagai pasar bagi produk yang
dihasilkannya.
B.
Perkembangan
Pemikiran dari Administrasi Negara ke Administrasi Pembangunan
Implementasi kegiatan-kegiatan
pembangunan disuatu negara telah menimbulkan adanya kebutuhan untuk
mengembangkan suatu disiplin ilmiah baru yang menjadi sarana dalam mencapai
pembangunan suatu negara dan bangsa ditinjau dari segi administrasi.
Sebagai disiplin ilmiah,
Administrasi Pembangunan menjadi titik tolak berhasil tidaknya suatu bangsa
dalam membangun masyarakat untuk bisa mencapai kemakmuran yang merata di segala
bidang.
Pada dasarnya administrasi
pemangunan merupakan cabang dari Administrasi Negara, sehingga kaidah-kaiah
umum yang ada di administrasi negara berlaku pula pada administrasi
pembangunan.
Dalam perkembangannya para ahli
ilmu administrasi negara memberikan pengertian yang berbeda terhadap dua hal
yaitu:
a. Administrasi
di negara-negara yang sedang berkembang.
b. Administrasi
yang berada pada negara-negara sudah maju.
Konklusi dari penemuan
(CAG-Comparative Administration Group) memberikan keputusan perlunya dibentuk
administrasi pembangunan, untuk meningkatkan kemajuan masyarakat di
negara-negara sedang berkembang. Dipandang perlunya membentuk administrasi
pembangunan ini dikarenakan beberapa hal, yaitu:
1) Bahwa
teori ilmu administrasi negara yang selama ini mereka kuasai dan kembangkan
tidak begitu saja dapat dialihkan ke negar-negra yang sedang membangun.
2) Agar
bantuan yang diberikan di bidang administrasi mencapai sasarannya, para pakar
tersebut merasa perlu untuk menciptakan suatu disiplin ilmiah baru yang dapat
diterapkan dalam mnyelenggarakan seluruh kegiatan pembangunan dengan segala
seginya
3) Demi
perkembangan ilmu administrasi yang mutakir serta sesuai dengan tuntutan
praktek dilapangan, para pakar yang berpengalaman dinegeri sendiri dan di
negara lain di mana mereka pernah ditempatkan dalam rangka bantuan luar negeri,
merasa perlu untuk mengembangkan studi perbandingan dibidang administrasi.
4) Masih
terdapar jurang yang lebar antara negar-negara yang kaya dengan negar-negara
yang miskin disamping itu ditekankan betapa pentingnya kerjasama nasional dalam
usaha memperlancar kegiatan-kegiatan pembangunan.
Sumber: Afifuddin. Pengantar Administrasi Pembangunan: Konsep, Teori damn Implikasinya di Era Reformasi. 2012. Bandung: AlfaBeta
Sumber: Afifuddin. Pengantar Administrasi Pembangunan: Konsep, Teori damn Implikasinya di Era Reformasi. 2012. Bandung: AlfaBeta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar